Sumber Referensi Trainer & Training Terpercaya di Indonesia

Public Training vs Inhouse Training, Mana Lebih Efektif?

| Comments Off | by Krisnandira

Jangan terlalu berharap Anda akan mendapat materi yang customized sesuai kebutuhan, bila Anda mengikuti public training! Mengapa? Mari kita gunakan akal sehat. Pertanyaan sederhana: siapa yang mendesain materi pada public training? Seberapa jauh masalah dan kebutuhan Anda diketahui oleh trainer/pembicara publik SEBELUM training berlangsung? Bukankah semua Anda percayakan pada ‘asumsi’ sang trainer semata atas kebutuhan dan masalah Anda? Hmmmm.

Ya, inilah kekhasan public training. Semua desain materi, alur, metode, contoh kasus, menjadi otoritas penuh trainer. Inilah hukum public training paling dasar. Trainee adalah pihak yang datang, terima, diskusi dan cerna. Keterlibatan trainee hanya terjadi pada saat jam efektif di kelas, saat berlangsung proses pembelajaran.

Bagaimana dengan inhouse training? Menjadi wajib hukumnya bagi trainer untuk melakukan survey dan atau wawancara mendalam dalam proses Training Need Analysis (TNA). Data atau informasi dapat diperoleh dari bagian training/SDM, manager lini, bahkan dari peserta training sendiri (baik random sampling maupun all). Artinya masalah, kebutuhan, latar belakang trainee dan organisasi, sudah dipotret oleh Trainer.

Hasil pemotretan ini sebagai dasar pijakan trainer untuk bergerak, melangkah merumuskan sasararan training, membuat desain training, mengcreate kasus, membangun alur, memilih metode. Hasil TNA dan desain training inipun harus mendapat approval dari klien (sebagai wakil trainee). Inilah ‘rel’ pembelajaran yang harus dilalui menuju ‘stasiun’ tujuan. Melenceng, melebar, menjauh dari rel adalah bentuk kegagalan program, meski saat hari H kelas hingar-bingar dengan canda tawa.

continue reading

Trainer Independent vs Semi Independent vs Trainer Afiliasi Lembaga Training

| Comments Off | by Krisnandira

Tak bisa dipungkiri, perkembangan dunia training dewasa ini turut memunculkan peta baru di blantika jagad per-training-an Indonesia. Ada beberapa jenis trainer bila dikaitkan dengan statusnya, secara sederhana sbb:

 

Trainer Independent

Mereka tidak berafiliasi ke lembaga training tertentu, statusnya bebas, merdeka. Mereka juga sudah tidak bekerja di satu perusahaan sebagai employee. Intinya trainer ini benar-benar independent, bergerak sendirian, dan karena kecil seorang diri, biasa disebut ‘kunang-kunang’ (istilah rekan seprofesi kami, Bapak Riri Satria). Mereka hanya mendedikasikan dirinya untuk klien, menjunjung profesionalisme dan kompetensi.

 

Trainer Semi Independent

continue reading