|
Identifikasi |
Beberkan GAP |
Focus Intervensi |
|
Pengertian |
||
|
Memastikan adanya sejumlah instrumen yang mampu menemukan gap dalam permasalahan kinerja |
Memastikan adanya kesenjangan antara kemampuan yang ditunjukkan dibanding tuntutan yang seharusnya, yang intervensi penyelesaiannya berada dalam wilayah training yaitu Knowledge, Skill, Attitude (KSA) karyawan |
Memastikan adanya hasil rekomendasi training yang spesifik, logis, reasonable |
|
Contoh |
||
|
Wawancara, survey, kuisioner, FGD |
Training diselenggarakan bukan sekadar memenuhi pesanan, program, atau target kerja |
Rekomendasi tidak didasarkan atas pertimbangan ‘kayaknya- lazimnya-cocoknya’ |
|
Langkah Kerja |
||
|
Pelajari bahan-bahan/literatur yang terkait dengan modul pelatihan yang akan diselenggarakan (bahan dapat dipejari dari buku/internet) Buatlah survey/angket/kuisioner dari literatur tersebut Susun list/daftar pertanyaan yang bertujuan mempertajam materi pembahasan, sebelum diskusi TNA dengan Narasumber diadakan |
Dari hasil survey/diskusi diperoleh sejumlah informasi yang sangat beragam Buat analisa kebutuhan pelatihan dengan berpedoman pada hal-hal sbb: Temukan pokok-pokok yg mjd akar persoalannya, kemudian susun menjadi dua klasifikasi: Klasifikasi I: Gambarkan gap antara apa yang dituntut dengan apa yang ditunjukkan (intervensi dgn training), Klasifikasi II: Gambarkan persoalan-persoalan yang berkait dengan hal-hal di luar training (gaji, ketidakpuasan, tempat kerja, peralatan dll) |
Setelah menemukan pokok-pokok persoalan yang dapat diintervensi melalui training, kemudian klasifikasikan berdasarkan sasaran training dalam ranah Knowledge, Skill, Attitude |

