Sumber Referensi Trainer & Training Terpercaya di Indonesia

Apakah Jumlah Trainee Menjadi Esensi Bagi Trainer?

| Comments Off | by krisnawan | 30 views

Dalam dunia yang serba materialistis dewasa ini, ukuran keberhasilan dan kesuksesan cenderung berpihak pada kuantitas. Orang yang sukses artinya duitnya banyak. Orang yang berhasil bila pernah menempati banyak jabatan. Orang ditakuti karena banyak kewenangan. Pemimpin yang disegani karena banyak anggotanya. Semua yang serba banyak, ditafsirkan sebagai kesuksesan.

Seorang trainer yang sukses, pembicara publik yang handal, Da’i atau Pendeta yang kondang, adalah mereka yang tiap eventnya dihadiri oleh ratusan orang. Nyaris tidak ada tempat duduk yang kosong, semua bangku terisi penuh. Inikah ukuran sukses yang sebenarnya?

continue reading

Kenapa Karir Trainer Tak Semelesat Group Band?

| Comments Off | by krisnawan | 32 views

Bila coba kita list nama-nama group band baru tersohor di tanah air yang bermunculan dalam tahun-tahun terakhir ini, cukup mudah dan cepat kita inventarisasi. Dari Peterpan, Ada Band, Ungu, Radja, Ratu, Samson, Kerispatih, Nidji, Letto, Kangen Band, The Titans sampai yang terakhir Matta.

Pertanyaannya, kenapa group-group band (artis) cepat mengorbit, cepat dikenal, mampu diterima pasar? Saya menganalisis ada beberapa hal yang menyebabkannya:

 

  1. Ada satu atau beberapa lagu yang berhasil hits, diterima di hati pendengar dan digemari market. Satu judul lagu terkenal saja (produk), sudah cukup untuk otomatis mendongkrak popularitas nama bandnya.
  2. Industri musik tanah air sudah berkembang sedemikian rupa, sehingga turut serta memudahkan group band tersebut masuk pasar. Katakanlah sudah ada pencipta lagu, industri rekaman, perusahaan label recording, media massa, event organizer, artis management, industri perfilman nasional (back sound film-sinetron) bahkan perusahaan sponsor.
  3. Industri panggung hiburan atau entertainment berkembang seiring dengan kebutuhan riil masyarakat yang haus dengan kebutuhan dunia hiburan.

continue reading

Prediksi Fee Trainer Tahun 2008

| Comments Off | by krisnawan | 62 views

Pengalaman saya dulu sebagai head of training di sebuah company besar tanah air, pada akhir tahun seperti ini, saya dan tim akan sibuk membuat program dan budget training tahun depan. Meski sudah rutin dari tahun ke tahun, namun moment penyusunan program dan anggaran ini senantiasa menarik. Apalagi menyangkut budgeting yang harus dipresentasikan ke BOD. Tahap yang paling krusial adalah memprediksi fee (tarif) di market tahun depan. Karena salah memprediksi, salah kalkulasi.

Dan uniknya, di market tidak ada rujukan resmi dan standar fee, seperti layaknya harga beras, harga minyak goreng, harga bbm, he he he. Ya karena training berada dalam area bisnis jasa. Bisnis jasanya pun spesifik dan sedang tumbuh tanpa ada regulator dan pengawasnya. Sehingga acuan umum yang biasa digunakan adalah semakin jago, semakin ahli, semakin laris, semakin mampu memberikan output lebih dari investasi, maka fee trainer akan semakin mahal.

Nah, bagaimana kira-kira pergerakan fee trainer di market Indonesia tahun 2008?

continue reading

Trainer Bukan Profesi Mainan

| Comments Off | by krisnawan | 31 views

Meski kalau salah operasi tak menyebabkan pasien mati, tidak kemudian seorang yang pengin jadi Trainer bisa langsung bisa menyebut dirinya seorang Trainer.

Minggu ini saya baca sebuah buku. Salah satu tulisan yang sangat menarik perhatian saya, Trainer adalah orang yang SANGAT TERLATIH. Karena kompetensinya yang sangat teruji inilah ia baru dikatakan layak MENGAJAR orang lain. Hmmm, sederhana pengertiannya namun sungguh dalam maknanya.

Kalimat ini menjadi renungan mendalam bagi saya. Sejauh mana saya sendiri maupun Anda, sudah berada dalam kapasitas SANGAT TERLATIH ini? Tidak menutup mata memang, bahwa perkembangan dunia training tumbuh menggembirakan, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan kualitas manusia yang lebih unggul, tak bisa dipungkiri akan memunculkan banyak Trainer baru.

Bukan berarti Trainer yang sudah malang melintang, juga sudah pantas dikategorikan sebagai TRAINER. Sejauh manakah pemahaman atas makna SANGAT TERLATIH ini mendapat pondasi akar kuat? Maklum di Indonesia lembaga yang menstandarisasi kompetensi Trainer masih belum terdengar kiprahnya.

continue reading