Dalam dunia yang serba materialistis dewasa ini, ukuran keberhasilan dan kesuksesan cenderung berpihak pada kuantitas. Orang yang sukses artinya duitnya banyak. Orang yang berhasil bila pernah menempati banyak jabatan. Orang ditakuti karena banyak kewenangan. Pemimpin yang disegani karena banyak anggotanya. Semua yang serba banyak, ditafsirkan sebagai kesuksesan.
Seorang trainer yang sukses, pembicara publik yang handal, Da’i atau Pendeta yang kondang, adalah mereka yang tiap eventnya dihadiri oleh ratusan orang. Nyaris tidak ada tempat duduk yang kosong, semua bangku terisi penuh. Inikah ukuran sukses yang sebenarnya?


