Trend baru ini, paling tidak sesuatu yang menggembirakan. Karyawan tidak dipandang sebagai alat produksi semata. Namun justru sebaliknya sampai ke kehidupan keluarga karyawan pun, perusahaan tetap menunjukkan kepedulian nyata.
Kalau sudah sedemikian jauh sentuhan perusahaan kepada karyawan dan keluarganya, tentu rasa cinta, sense of belonging dan motivasi kerja karyawan kepada perusahaan tak akan lekang oleh hantaman resesi ekonomi dan tekanan kompetisi sekalipun.
Merekalah yang akan pertama kali maju, bangkit menyelamatkan perusahaan. Aset utama perusahaan yaitu karyawan akan benar-benar menunjukkan jati diri, berkolaborasi dengan kepedulian perusahaan terhadap kehidupan keluarganya. Sebuah potret manis yang berazaskan win-win, bukan?
Tidak ada kata terlambat untuk memulai. Family training bisa jadi salah satu solusi berarti di saat-saat ini.
Selamat mencoba.

