Jangan terlalu berharap Anda akan mendapat materi yang customized sesuai kebutuhan, bila Anda mengikuti public training! Mengapa? Mari kita gunakan akal sehat. Pertanyaan sederhana: siapa yang mendesain materi pada public training? Seberapa jauh masalah dan kebutuhan Anda diketahui oleh trainer/pembicara publik SEBELUM training berlangsung? Bukankah semua Anda percayakan pada ’asumsi’ sang trainer semata atas kebutuhan dan masalah Anda? Hmmmm.
Ya, inilah kekhasan public training. Semua desain materi, alur, metode, contoh kasus, menjadi otoritas penuh trainer. Inilah hukum public training paling dasar. Trainee adalah pihak yang datang, terima, diskusi dan cerna. Keterlibatan trainee hanya terjadi pada saat jam efektif di kelas, saat berlangsung proses pembelajaran.
Bagaimana dengan inhouse training? Menjadi wajib hukumnya bagi trainer untuk melakukan survey dan atau wawancara mendalam dalam proses Training Need Analysis (TNA). Data atau informasi dapat diperoleh dari bagian training/SDM, manager lini, bahkan dari peserta training sendiri (baik random sampling maupun all). Artinya masalah, kebutuhan, latar belakang trainee dan organisasi, sudah dipotret oleh Trainer.


