Seiring ketatnya persaingan bisnis dewasa ini, banyak perusahaan berlomba menjadi yang terdepan, terbaik, dan terunggul. Berbagai strategi untuk memenangkan pasar digelar. Ada yang melakukan diversifikasi produk, memberi diskon harga lebih besar dari pesaing, membeli teknologi tercanggih, memborbadir konsumen dengan iklan, mengusung brand-brand yang sudah mendunia.
Ragam Referensi
- Louis Sastrawijaya ‘The Next Famous’ Motivator in Indonesia
- Ahmad Zae Hanan, Communications Trainer with Hypnospeech & Gromming
- Training untuk Sukun Group Kudus
- Training untuk PT BNI Securities
- Training untuk Gramedia Majalah
- Training untuk PT Pertamina (Persero)
- Training untuk Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX)
- Training untuk Depkominfo RI
- Public Training vs Inhouse Training, Mana Lebih Efektif?
- Trend Baru Training yang di Fasilitasi Perusahaan
- Trainer Independent vs Semi Independent vs Trainer Afiliasi Lembaga Training
- Peran Leader Sangat Menentukan Efektifitas Hasil Training
- Soft Skill Training antara Kebutuhan, Harapan, dan Pengukurannya
- Tips Memilih Vendor Training/Trainer Berkualitas
- Menjadi Trainer bagi Beginner: Peluang, Tantangan, dan Kunci Sukses
We Serve You
Tips Memilih Vendor Training/Trainer Berkualitas
1 Dec, 2007 | Comments Off | by krisnawan | 220 views
Menjadi Trainer bagi Beginner: Peluang, Tantangan, dan Kunci Sukses
1 Dec, 2007 | Comments Off | by krisnawan | 78 viewsA. Kenapa Trainer Dibutuhkan?
- Keunggulan perusahaan sangat ditentukan oleh kualitas SDM
- Modal, teknologi, sistem, sarana prasarana gampang diperoleh. Bagaimana dengan kualitas SDM?
- Trainer adalah salah satu pemegang kunci penting untuk percepatan pengembangan kualitas SDM
Panduan Praktis Menyusun Training Need Analysis (TNA)
1 Dec, 2007 | Comments Off | by krisnawan | 106 views|
Identifikasi |
Beberkan GAP |
Focus Intervensi |
|
Pengertian |
||
|
Memastikan adanya sejumlah instrumen yang mampu menemukan gap dalam permasalahan kinerja |
Memastikan adanya kesenjangan antara kemampuan yang ditunjukkan dibanding tuntutan yang seharusnya, yang intervensi penyelesaiannya berada dalam wilayah training yaitu Knowledge, Skill, Attitude (KSA) karyawan |
Memastikan adanya hasil rekomendasi training yang spesifik, logis, reasonable |
Menjadi Training Event Organizer, Double Benefit buat Anda
1 Dec, 2007 | Comments Off | by krisnawan | 94 viewsEvent Organizer sudah berkembang pesat di negeri kita. Dari yang bergerak di bidang pertunjukan musik, pameran produk (mobil, komputer, handycraft), sampai wedding pun tersedia. Di bidang training juga dikenal profesi ini, biasa di sebut Training Event Organizer (TEO). Nah, tulisan ini bertujuan memberikan sharing sejauh mana perkembangan Training Event Organizer di tanah air, kemampuan dasar apa agar sukses menjadi TEO, dan benefit apa saja yang kita akan dapatkan dengan menggeluti profesi TEO ini. Selengkapnya paparan singkatnya sebagai berikut.
Fungsi TEO ini dalam mekanisme sebuah penyelenggaraan training berada di tengah. Dialah yang mengkoordinasi, melayani, men-support kepentingan para pihak. Misalnya Trainer, Trainee, Vendor Training (venue, catering, transportasi dll), media massa, serta pihak-pihak terkait lainnya. Perannya sangat penting. Ibarat pembuluh darah di tubuh seperti itulah fungsi TEO. Melalui peran mereka, sebuah proses belajar-mengajar training/seminar akan mewujud dengan lancar, menyenangkan dan sukses. Keberadaannya sama pentingnya dengan seorang Trainer, Trainee dan materi training itu sendiri.
Apakah Jumlah Trainee Menjadi Esensi Bagi Trainer?
1 Dec, 2007 | Comments Off | by krisnawan | 30 viewsDalam dunia yang serba materialistis dewasa ini, ukuran keberhasilan dan kesuksesan cenderung berpihak pada kuantitas. Orang yang sukses artinya duitnya banyak. Orang yang berhasil bila pernah menempati banyak jabatan. Orang ditakuti karena banyak kewenangan. Pemimpin yang disegani karena banyak anggotanya. Semua yang serba banyak, ditafsirkan sebagai kesuksesan.
Seorang trainer yang sukses, pembicara publik yang handal, Da’i atau Pendeta yang kondang, adalah mereka yang tiap eventnya dihadiri oleh ratusan orang. Nyaris tidak ada tempat duduk yang kosong, semua bangku terisi penuh. Inikah ukuran sukses yang sebenarnya?


